Juara Pacu Jalur 2026 akhirnya menjadi milik Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi. Jalur tersebut keluar sebagai pemenang Festival Pacu Jalur Kharisma Event Nusantara 2026 setelah mengalahkan juara bertahan Bintang Emas Cahaya Intan dalam partai final di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Minggu 23 Agustus 2026. Kemenangan tersebut sekaligus membawa Alam Cahayo mendapatkan Piala Bergilir Menteri Pariwisata RI.
Keberhasilan tersebut terasa istimewa karena lawan mereka di final bukan jalur sembarangan. Bintang Emas Cahaya Intan dari Tanjung, Hulu Kuantan merupakan juara bertahan dan diperkuat sejumlah atlet dayung profesional asal Jawa Barat. Sementara itu, Alam Cahayo mengandalkan kekuatan lokal dari Cerenti. hasil final Pacu Jalur Nasional 2026 akhirnya memastikan Alam Cahayo sebagai penguasa baru Tepian Narosa.
Juara Pacu Jalur 2026 Ditentukan di Tepian Narosa
Festival Pacu Jalur 2026 berlangsung di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Rangkaian event nasional ini berakhir pada Minggu, 23 Agustus 2026 setelah persaingan panjang hingga babak final.
Pertandingan penentuan mempertemukan Alam Cahayo Tuah Nagoghi melawan Bintang Emas Cahaya Intan. Kedua jalur sebelumnya berhasil melewati semifinal dengan mengalahkan lawan masing-masing.
Alam Cahayo menyingkirkan Pangeran Hilir Rantau Kuantan. Sementara Bintang Emas mengalahkan Panglimo Rimbo Piako dari Indragiri Hulu untuk mengamankan tiket menuju partai puncak.
Alam Cahayo Kalahkan Juara Bertahan
Pertarungan final menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Bintang Emas berada di jalur kiri, sedangkan Alam Cahayo menempati jalur kanan.
Begitu perlombaan dimulai, Alam Cahayo langsung menghasilkan kayuhan cepat dan berhasil membangun keunggulan. Jalur asal Sikakak tersebut kemudian mempertahankan posisinya hingga mencapai garis finis.
Kemenangan ini membuat Bintang Emas gagal mempertahankan gelar. Alam Cahayo Tuah Nagoghi juara Pacu Jalur sekaligus menjadi salah satu cerita terbesar dalam penyelenggaraan tahun ini.
Davi Sang Togak Luan Ikut Jadi Perhatian
Tidak hanya para pemacu, Davi yang menjadi Togak Luan atau penari di bagian depan Alam Cahayo juga mencuri perhatian.
Ketika jalurnya berada dalam posisi unggul, Davi berdiri dan menampilkan tarian khas di ujung perahu. Aksi tersebut menjadi bagian dari selebrasi sebelum Alam Cahayo mencapai garis finis.
Togak Luan memang menjadi salah satu elemen yang membuat Pacu Jalur berbeda dari perlombaan perahu pada umumnya. Selain kompetisi kecepatan, tradisi ini menghadirkan berbagai unsur budaya yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Kuantan Singingi.
Daftar Juara Pacu Jalur 2026
Persaingan tahun ini tidak hanya melibatkan jalur dari Kuantan Singingi. Beberapa wakil Kabupaten Indragiri Hulu juga mampu masuk ke jajaran 15 besar.
Urutan lima besar Festival Pacu Jalur Nasional 2026 adalah:
- Alam Cahayo Tuah Nagoghi – Sikakak, Cerenti.
- Bintang Emas Cahaya Intan 2023 – Tanjung, Hulu Kuantan.
- Panglimo Rimbo Piako – Pekan Heran, Indragiri Hulu.
- Pangeran Hilir Rantau Kuantan – Teluk Pauh, Cerenti.
- Toduang Biso Rimbo Piako – Paboun Hilir, Kuantan Mudik.
Posisi ketiga yang diperoleh Panglimo Rimbo Piako menunjukkan wakil Indragiri Hulu mampu memberikan persaingan kuat kepada jalur-jalur Kuansing.
Alam Cahayo Dapat Hadiah Rp150 Juta

Sebagai Juara Pacu Jalur 2026, Alam Cahayo tidak hanya memperoleh gelar bergengsi.
Jalur asal Cerenti tersebut mendapatkan Piala Bergilir Menteri Pariwisata RI, piala tetap, tonggol juara serta uang pembinaan. Laporan Bagynews menyebut total uang pembinaan yang diterima juara pertama mencapai Rp150 juta, terdiri dari Rp80 juta dari Pemerintah Kabupaten Kuansing dan Rp70 juta dari Pemerintah Provinsi Riau.
Bintang Emas yang menempati posisi runner-up memperoleh total uang pembinaan Rp130 juta.
Alam Cahayo Dominan Sepanjang 2026
Keberhasilan di Tepian Narosa semakin menarik karena Alam Cahayo sebelumnya juga mencatat prestasi dalam beberapa kompetisi Pacu Jalur sepanjang 2026.
Pada Festival Pacu Jalur Rayon I Kecamatan Inuman yang berakhir 14 Juni, Alam Cahayo keluar sebagai juara setelah mengalahkan Panglimo Gagak Itam Sungai Ondangan.
Kemudian pada Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kabupaten Kuansing di Tepian Lubuk Sobae, Kuantan Hilir, 16 Agustus 2026, Alam Cahayo kembali mendapatkan peringkat pertama. Batu Hijau Tuah Negeri berada di posisi kedua dan Panah Samudra Selayang Angin menempati posisi ketiga.
Hanya sekitar satu pekan kemudian, mereka kembali tampil maksimal dan memenangkan event nasional di Tepian Narosa.
Bintang Emas Gagal Pertahankan Gelar
juara Festival Pacu Jalur Kuansing terbaru juga membawa cerita berbeda bagi Bintang Emas Cahaya Intan.
Sebagai juara bertahan, Bintang Emas mempunyai peluang mempertahankan mahkota setelah berhasil melewati semifinal. Mereka menyingkirkan Panglimo Rimbo Piako dan mendapatkan kesempatan kembali tampil dalam final.
Namun, Alam Cahayo tampil lebih cepat dalam perlombaan penentuan. Bintang Emas akhirnya harus menerima posisi kedua.
Meski gagal menjadi juara, mencapai final dua tahun beruntun tetap menunjukkan konsistensi Bintang Emas sebagai salah satu jalur kuat di Kuantan Singingi.
Pacu Jalur Bukan Sekadar Perlombaan Perahu
Pacu Jalur mempunyai posisi khusus dalam budaya masyarakat Kuantan Singingi. Sebuah jalur membawa identitas desa dan melibatkan banyak masyarakat dalam persiapan hingga perlombaan.
Nilai budaya tersebut juga terlihat dalam acara penutupan 2026. Selain penghargaan kepada pemenang perlombaan, panitia memberikan apresiasi kepada sejumlah pelaku seni Pacu Jalur, termasuk Tukang Tari, Tukang Timbo Ruang, dan Tukang Onjai.
Pemerintah Kabupaten Kuansing menekankan bahwa keberhasilan festival tidak hanya diukur berdasarkan siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga dari kemampuan tradisi tersebut mempertahankan daya tarik budaya dan pariwisata.
Juara Pacu Jalur 2026 adalah Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi. Mereka memastikan gelar setelah mengalahkan juara bertahan Bintang Emas Cahaya Intan dalam final Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Kemenangan tersebut melengkapi tahun yang sangat sukses bagi Alam Cahayo setelah sebelumnya menjadi juara pada Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman dan Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kuansing di Kuantan Hilir. Gelar nasional di Tepian Narosa akhirnya menjadi puncak prestasi mereka pada musim Pacu Jalur 2026.
FAQ
Siapa Juara Pacu Jalur 2026?
Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Sikakak, Kecamatan Cerenti menjadi juara Festival Pacu Jalur Nasional 2026 di Tepian Narosa.
Siapa runner-up Pacu Jalur 2026?
Bintang Emas Cahaya Intan 2023 dari Tanjung, Hulu Kuantan menempati posisi kedua setelah kalah pada final.
Siapa juara ketiga Pacu Jalur 2026?
Panglimo Rimbo Piako dari Pekan Heran, Indragiri Hulu berada di peringkat ketiga.
Berapa hadiah Juara Pacu Jalur 2026?
Alam Cahayo dilaporkan memperoleh total uang pembinaan Rp150 juta, selain Piala Bergilir Menteri Pariwisata RI, piala tetap dan tonggol juara.
Kapan final Pacu Jalur 2026 digelar?
Final berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.



