Veda Ega Pratama Moto3 2026 Tembus 100 Poin dan Cetak Sejarah Indonesia
Perjalanan Veda Ega Pratama Moto3 2026 menjadi salah satu cerita menarik bagi penggemar balap motor Indonesia. Menjalani musim debut penuh bersama Honda Team Asia, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut tidak sekadar beradaptasi dengan ketatnya Kejuaraan Dunia Moto3. Veda sudah mencatat sejarah dengan menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium dalam balapan Grand Prix kelas prototipe setelah finis ketiga pada GP Brasil.
Perkembangannya berlanjut hingga paruh kedua musim. Setelah Grand Prix Austria pada 20 September 2026, Veda telah menembus 100 poin dan menempati posisi kedelapan klasemen sementara Moto3. Pencapaian itu cukup menarik mengingat 2026 merupakan musim rookie Veda. Perjalanannya memang tidak selalu mulus, termasuk penalti di Austria dan beberapa balapan tanpa poin, tetapi kecepatannya membuat pembalap berusia 17 tahun tersebut mampu bersaing di kelompok depan.
Veda Ega Pratama Moto3 2026 Bersama Honda Team Asia
Veda resmi mendapatkan kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia Moto3 setelah Honda Team Asia mengumumkan susunan pembalap musim 2026 pada Oktober 2025. Ia dipasangkan dengan pembalap Jepang Zen Mitani. Promosi tersebut merupakan kelanjutan perjalanan Veda dalam program Road to MotoGP.
Sebelum masuk Moto3, Veda sudah mempunyai rekam jejak kuat. Ia menjadi juara Asia Talent Cup 2023, kemudian menempati posisi kedelapan Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024. Perkembangannya berlanjut pada musim berikutnya ketika ia berhasil menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Langsung Kompetitif pada Musim Rookie
Adaptasi Veda terhadap persaingan Moto3 terbilang cepat. Pada putaran pembuka GP Thailand, ia mampu mendapatkan posisi start keempat. Veda kemudian menyelesaikan balapan di urutan kelima setelah ikut bertarung dalam kelompok yang memperebutkan podium.
Hasil tersebut memberikan gambaran awal bahwa debut Veda Ega Pratama di Moto3 tidak hanya berorientasi mendapatkan pengalaman. Kecepatan yang diperlihatkan sejak seri pembuka membuatnya mampu berada di kelompok kompetitif meskipun harus menghadapi pembalap dengan pengalaman lebih panjang di Kejuaraan Dunia.
Podium Brasil Jadi Sejarah Indonesia
Momen terbesar Veda sejauh musim 2026 datang pada Grand Prix Brasil. Hanya pada balapan keduanya sebagai pembalap Moto3, ia berhasil menyelesaikan perlombaan di posisi ketiga. Veda mengalahkan Alvaro Carpe dalam pertarungan lap terakhir untuk memastikan tempat di podium.
Pencapaian tersebut membuat Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix kelas prototipe. MotoGP juga menempatkan keberhasilan di Brasil sebagai salah satu pencapaian utama dalam perjalanan karier pembalap kelahiran 23 November 2008 tersebut.
Veda Gunakan Nomor Balap 9
Ada perubahan identitas Veda ketika memasuki Kejuaraan Dunia Moto3. Sebelumnya ia dikenal menggunakan nomor 54, tetapi untuk musim 2026 Veda menggunakan nomor balap #9 bersama Honda Team Asia.
Nomor tersebut kini menjadi identitas pembalap Indonesia di Moto3 2026 sepanjang musim debutnya. Dengan pengalaman dari Asia Talent Cup dan Rookies Cup, Veda membawa proses pengembangan yang cukup panjang sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan tampil secara penuh di level Grand Prix.
Perjalanan Veda Memasuki Paruh Kedua Musim
Performa Veda mengalami tantangan lebih berat ketika musim memasuki rangkaian Aragon dan San Marino. Pada GP Aragon, ia harus memulai balapan dari posisi ke-22 dan akhirnya finis ke-20. Situasinya belum banyak membaik di San Marino karena Veda menyelesaikan balapan di posisi ke-18 sehingga tidak mendapatkan tambahan poin.
Hasil tersebut memperlihatkan betapa ketatnya Moto3. Perbedaan kecil ketika latihan dan kualifikasi dapat berdampak besar terhadap posisi start. Meski demikian, Veda kembali memperlihatkan potensi ketika kejuaraan berlanjut ke Red Bull Ring untuk GP Austria.
Veda Ega Pratama Moto3 2026 Bangkit dari Grid 19 di Moto3 Austria

Akhir pekan Austria dimulai dengan tantangan. Pada sesi Practice, Veda berada di posisi ke-18 sehingga harus menjalani Q1. Masalah pada motor kemudian menghambatnya pada awal kualifikasi. Ia baru kembali ke lintasan ketika sesi menyisakan sekitar lima menit dan akhirnya menempati posisi kelima Q1. Hasil tersebut membuat Veda memulai balapan dari grid ke-19.
Namun, balapan menunjukkan cerita berbeda. Veda mampu bergerak dari belakang dan bahkan ikut bertarung memperebutkan posisi keempat. Performa Veda Pratama Moto3 tersebut memperlihatkan bahwa kecepatannya dalam kondisi balapan jauh lebih kompetitif dibandingkan posisi startnya.
Penalti Gagalkan Hasil Besar di Austria
Peluang mendapatkan hasil besar akhirnya terganggu ketika balapan menyisakan lima lap. Veda terlibat insiden dengan David Munoz di Tikungan 4. Steward memberikan Long Lap Penalty karena Veda dinilai menyebabkan rivalnya terjatuh.
Masalah belum selesai karena pelaksanaan penalti pertama dianggap tidak tepat sehingga ia harus mengulang Long Lap Penalty. Veda menjalani hukuman kedua pada lap terakhir dan akhirnya menyelesaikan GP Austria di posisi ke-13. Walaupun kehilangan kesempatan mendapatkan posisi lebih tinggi, ia tetap membawa pulang poin.
Veda Tembus 100 Poin dan Peringkat Delapan
Tambahan poin dari Austria membuat Veda mencapai tonggak penting. MotoGP mencatat pembalap Honda Team Asia tersebut telah menembus 100 poin setelah ronde Austria. Ia berada di posisi kedelapan klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026.
Jaraknya dengan Hakim Danish yang berada tepat di depannya juga hanya satu poin. Artinya, peluang Veda memperbaiki posisi klasemen masih terbuka dalam rangkaian balapan berikutnya. Namun, perebutan gelar berada cukup jauh karena Maximo Quiles telah mengumpulkan 306 poin dan unggul 131 poin di puncak klasemen selepas Austria.
Tantangan Berikutnya Ada di Jepang
Kejuaraan Dunia Moto3 berikutnya akan berlangsung pada Grand Prix Jepang, 2–4 Oktober 2026. Motegi menjadi ronde ke-16 musim ini sekaligus seri penting bagi Honda Team Asia.
Bagi Veda, target realistis berikutnya adalah kembali mendapatkan konsistensi seperti yang diperlihatkannya pada awal musim. Kecepatan untuk bersaing sudah terlihat, termasuk ketika mampu melesat dari posisi ke-19 hingga bertarung di kelompok depan di Austria. Kualifikasi dan menghindari penalti akan menjadi faktor penting untuk memaksimalkan peluang mendapatkan poin besar.
Veda Ega Pratama Moto3 2026
Perjalanan Veda Ega Pratama Moto3 2026 sejauh ini menghasilkan sejumlah pencapaian penting. Dalam musim debutnya bersama Honda Team Asia, Veda telah menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix kelas prototipe melalui posisi ketiga di Brasil.
Selepas GP Austria pada 20 September, Veda sudah menembus 100 poin dan berada di posisi kedelapan klasemen Moto3. Meski beberapa seri terakhir menghadirkan tantangan, termasuk Long Lap Penalty di Austria, kemampuan bertarung dari grid ke-19 hingga kelompok depan menunjukkan potensinya untuk kembali mendapatkan hasil besar pada sisa musim 2026.
FAQ
Bagaimana posisi Veda Ega Pratama Moto3 2026?
Setelah GP Austria pada 20 September 2026, Veda berada di posisi kedelapan klasemen sementara Moto3 dan telah menembus 100 poin.
Veda Ega Pratama membela tim apa di Moto3?
Veda membalap bersama Honda Team Asia pada musim Moto3 2026.
Apakah Veda pernah naik podium Moto3?
Ya. Veda finis ketiga di GP Brasil dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix kelas prototipe.
Berapa nomor balap Veda Ega Pratama di Moto3?
Veda menggunakan nomor balap #9 pada Kejuaraan Dunia Moto3 2026.
Kapan balapan Moto3 berikutnya?
Setelah Austria, ronde berikutnya adalah Grand Prix Jepang di Motegi pada 2–4 Oktober 2026.



